hosting menu left
hosting menu right

interior design logo

Pilih Bahasa

English French German Spain

Italian Dutch Russian Brazil

Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Advertising Gaharu

Advertisement

Untitled Document

Harga tersebut diatas, belum termasuk Ongkos Kirim, Segera hubungi Regional / koordinator wilayah Gaharu Nusantara - atau Order langsung di Office Center GN. | Order Sekarang |

Home Kerjasama LITBANG KEMENHUT
Kerjasama LITBANG Kementrian Kehutanan dengan Gaharu Nusantara PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Saturday, 07 May 2011 10:47
Untitled Document

 

Inokulasi Gaharu MoU GN - Litbang Kemenhut

Mataram, Kompas - Mou Kesepahaman antara Gaharu Nusantara - Febriarso wibowo, ST (kanan) Kepala Divisi II Jateng & DIY dengan Kepala Balai Penelitian Kehutanan Mataram Ir. Yadi Haryanto (kiri) Litbang Kehutanan Mataram, Perlu upaya serius untuk memulihkan keberadaan gaharu dan cendana. Dua jenis pohon beraroma harum dan berharga mahal itu sudah langka di Nusa Tenggara Timur.

Hal itu disampaikan Kepala Balai Penelitian Kehutanan Mataram Ir. Yadi Haryanto dan peneliti utama Ir. Sentot Adi Sasmuko di Mataram NTB, Sabtu(26/3). Balai penelitian ini membawahi seluruh Nusa Tenggara Barat (NTB).

Gaharu sebenarnya gumpalan padat berwarna coklat kehitaman yang menebarkan aroma khusus jika dibakar. Gumpalan itu terbentuk akibat terinfeksi sejenis jamur dan telah melewati proses kimiawi. Gumpalan biasanya terdapat di batang atau akar pohon tertentu, seperti jenis Gyrinops di NTB. Gyrinops adalah satu dari 25 jenis pohon penghasil gaharu di Indonesia.

”Sebenarnya gumpalan hitam itu yang disebut gaharu. Namun, masyarakat menamakan pohon penghasilnya sebagai pohon gaharu,” kata Ir. Hadi haryanto.

Gaharu Gyrinops diketahui pernah tumbuh merata di sejumlah pulau di NTT, seperti Sumba, Timor, Alor, dan Flores. Namun, pohon Gyrinops kini sudah sulit ditemui di NTT. Kalaupun ada, jumlahnya sangat terbatas dan dipastikan dari budidaya secara sporadis oleh masyarakat, seperti di Wulanggitang (Flores Timur), Lera (Sikka), Labuan Bajo (Manggarai Barat), dan Jawapogo (Nagekeo).

Belum diketahui secara pasti populasi Gyrinops yang tersisa di NTT, termasuk Flores yang dilaporkan pernah menjadi penghasil utama komoditas berharga hingga Rp 30 juta per kilogram itu. Kelangkaan gaharu terjadi akibat eksploitasi secara tidak terkendali tahun 1990-an.

”Pemerintah daerah perlu memberikan insentif bagi warga yang berniat serius membudidayakan gaharu,” kata Soenarno.

Menurut Ir. Sentot Adi Sasmuko, membudidayakan gaharu relatif lebih mudah daripada cendana. Dengan perkembangan teknologi, jamur pembentuk gaharu bisa disuntikkan saat tanaman berusia enam tahun. Tiga tahun kemudian, gaharu bisa dipanen dengan kualitas dan harga jual tidak jauh berbeda dari gaharu alami.

Sebaliknya, budidaya cendana tergolong sulit karena hanya hidup di daerah gersang. ”Cendana bisa hidup di kawasan kaya humus, tetapi usianya pendek dan tidak menghasilkan aroma khas cendana,” kata Yadi Suharyanto.

Cendana juga pernah tumbuh merata di NTB. Kehancuran cendana disebabkan oleh monopoli pemerintah yang mewajibkan masyarakat untuk memelihara cendana tanpa imbalan jasa. Masyarakat terancam hukuman badan jika melalaikan kewajiban. Belakangan monopoli dicabut melalui Perda NTT Nomor 2 Tahun 1999. Cendana menjadi milik masyarakat. Namun, masyarakat telanjur trauma. (ANS)

 

Last Updated on Saturday, 07 May 2011 14:04
 

Search

English (United Kingdom)

Customer Care

- CS

- Marketing 1

- Marketing 2

- Marketing 3

 

CALL ONLY

+628122-8435-777
+628190-4465-800

SMS ONLY

+628576185777

 

OFFICE CENTER

Divre I - Jabotabek
+6221-98465777
Divre II - Jateng & DIY
+62-82162097777
Fax : +6224-7617311

Kirimkan Pertanyaan Anda Tentang "Implementasi Budidaya Gaharu dan Rekayasa Produksi Alih Tekhnologi"

Email :

admin@gaharunusantara.com

gaharu.nusantara@gmail.com

Currency Kurs

Agarwood Shopping Online

Polls

Layanan Apa yang Anda Kehendaki dari Gaharu Nusantara ?
 

Gaharu Support

Community Agarwood

 http://sinoindex.biz/images/youtube.jpg http://sinoindex.biz/images/twitter.jpg
| Silahkan klik menu |

Report Online




website hosting main area bottom

Powered by Development & Maintenance SapuLIDI MEDIA @2010. PT. Gaharu Mitra Nusantara